Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Saturday, 1 June 2013
5 Tempat Creepiest di Bumi untuk jenis real adventure
# 5 Aokigahara Forest
Aokigahara adalah hutan di kaki Gunung Fuji di Jepang dikenal sebagai "daerah bunuh diri". Lebih dari 500 orang telah mengakhiri hidup mereka sendiri di Aokigahara sejak 1950. Hari ini, jika Anda kebetulan untuk mendaki antara hutan ini hati-hati: Anda mungkin menginjak tengkorak manusia nyata.
# 4 The Sedlec Ossuary
selama berabad-abad Abbas di kota Ceko kecil Sedlec telah menjadi Niagara Falls untuk orang mati, terlepas dari penyebab kematian. Sejak seseorang menaburkan tanah dari Tanah Suci pada pemakaman lokal pada abad ke-13, orang-orang dari seluruh Eropa mulai menuntut untuk dimakamkan di sana dan kuburan Sedlec terus berkembang sampai tahun 1870, ketika para imam memutuskan untuk akhirnya melakukan sesuatu tentang semua kelebihan tersebut tulang tergeletak di sekitar. Sesuatu yang gila. Saat ini, Sedlec Ossuary adalah kapel terkenal karena dihiasi dengan puluhan ribu tulang manusia.
# 3 The Caves Penguburan Kabayan
Terletak di Filipina utara, Gua Pemakaman Kabayan pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh kru logging kliring lereng gunung setempat. Setelah mereka memeriksa di dalam, para penebang menemukan ratusan tengkorak dan sedikit aneh peti mati walnut-shell-seperti. Cracking membuka peti mati (Yesus Kristus, penebang - Anda hanya memohon agar perutnya oleh mayat kuno, tidak Anda) mengungkapkan puluhan jasad orang Ibaloi, semua terselip di dalam wadah seperti jiwa-bekas luka sedikit gila orang mati.
# 2 Overtoun Bridge
Terletak di dekat desa kecil menawan Skotlandia dari Milton di burgh damai Dumbarton, Jembatan Overtoun adalah konstruksi lengkungan lokal di mana, untuk alasan kita tidak bisa mulai bisa mengerti, ratusan anjing telah bunuh diri di sana. Tampaknya anjing telah terjun off Overtoun sejak awal 60-an, pada tingkat satu binatang sebulan ... Orang-orang yang benar-benar menyaksikan anjing dilaporkan rela memanjat dinding tembok pembatas dan melompat ke bawah sampai mati.
Thursday, 9 May 2013
DAFTAR TEMPAT WISATA ALAM DI KABUPATEN PESISIR SELATAN
No. | Nama Objek | Lokasi | Keterangan |
1. | Kawasan Wisata Mandeh | Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. | Kawasan ini berjarak 56 Km dari Padang dengan luas + 18.000 Ha dan waktu tempuh sekitar 56 menit. |
2. | Pantai Batu Kalang dan Pantai Teluk Sikulo | Kanagarian Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. | Kawasan ini berjarak + 56 Km dengan lama perjalanan 1 jam, berada disisi kawasan Mandeh. |
3. | Air Terjun Bayang Sani | Kampung Koto Baru Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. | Air Terjun Bayang Sani terdiri atas tiga tingkatan,berjarak 60 Km dari Kota Padang dan 20 Km dari Kota Painan dengan lama perjalanan + 1,5 jam dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat, serta sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak 500 m dari pinggir jalan. |
4. | Pantai Muara Bayang | Diantara Pasar Baru dan Kampung Luhung Kanagarian Pasar Baru. | Jarak Pantai Muara Bayang dari Painan hanya sekitar 12 Km dan dari Padang + 67 Km |
5. | Jembatan Akar | Kampung Pulut-Pulut Kecamatan Bayang Utara Pesisir Selatan | Jarak dari Kota Padang + 65 Km dan 24 dari Kota Painan. |
6. | Goa Batu Ngalau Dewa | Kecamatan Bayang Utara | Berjarak + 35 Km dari kota Painan |
7. | Kawasan Wisata Pantai Carocok, Langkisau dan Pulau Cingkuak | Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. | Berjarak + 75 Km dari Kota Padang. |
8. | Pantai Sago | Sago, Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan | Hanya berjarak 5 Km dari Kota Painan. |
9. | Air Terjun Timbulun | Kampung Painan Timur Kenagarian Painan Kabupaten Pesisir Selatan | Terletak di Painan. |
10. | Alam Sako Tapan | Sako tapan | Terletak di Tapan ,Berjarak + 15 Km Dari Pusat tapan. |
11. | Pantai Sembungo Indah | Silaut VI | Berjarak + 20 Km dari Simpang Pasar Silaut |
Wednesday, 8 May 2013
Sudah Taukah anda ,Apa itu Twitter?
Apa itu twitter?
Tentunya Anda sudah tahu yang namanya Twitter. Twitter adalah sebuah micro-blogging atau blog mikro atau dapat dikatakan sebuah jejaring sosial seperti halnya Facebook. Di Indonesia memang Twitter kalah populer dibandingkan dengan Facebook yang saat ini sudah mencapai lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bahwa Twitter juga merupakan sebuah jejaring sosial yang cukup ampuh apabila Anda memanfaatkannya untuk mencari, mendapatkan teman serta memasarkan bisnis online Anda.
Tentunya Anda sudah tahu yang namanya Twitter. Twitter adalah sebuah micro-blogging atau blog mikro atau dapat dikatakan sebuah jejaring sosial seperti halnya Facebook. Di Indonesia memang Twitter kalah populer dibandingkan dengan Facebook yang saat ini sudah mencapai lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda bahwa Twitter juga merupakan sebuah jejaring sosial yang cukup ampuh apabila Anda memanfaatkannya untuk mencari, mendapatkan teman serta memasarkan bisnis online Anda.
Di Amerika, Twitter sangatlah populer bahkan hampir bisa disamakan kepopulerannya dengan Facebook. Salah satu hal yang menyebabkan mengapa Twitter begitu populer adalah karena kesederhanaannya serta mampu menjawab tantangan sebuah media sosial untuk saling berkomunikasi secara lebih simpel antar pengguna.
Sejarah Twitter
Twitter didirikan oleh 3 orang yaitu Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams pada bulan Maret tahun 2006. Dan baru diluncurkan bulan Juli ditahun yang sama. Twitter adalah jejaring sosial dan micro-blogging dimana kita sebagai pengguna dapat memberikan informasi update (perbaruan) informasi tentang diri kita, bisnis dan lain sebagainya.
Bagi Anda yang sudah biasa dengan dunia blog tentunya paham bahwa kita dapat menuliskan artikel ke dalam blog kita. Namun jangan membayangkan bahwa Twitter juga dapat melakukan hal tersebut secara bebas namun disinilah uniknya Twitter. Kita hanya dibatasi 140 karakter untuk menuliskan artikel, tidak bisa gambar dan video. Oleh karena itulah makanya Twitter digolongkan ke dalam jenis micro-blogging. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa orang Indonesia kurang menyukai jenis micro-blogging. Tapi justru itulah letak kekuatan dan kehebatan dari Twitter. Tapi jangan anggap enteng dulu Twitter, saat ini orang Indonesi sudah sangat banyak dan semakin bertambah.
Khusus buat Anda yang menjalankan bisnis online via Internet akan dapat memanfaatkan Twitter sebagai media promosi gratis yang cukup efektif, terutama apabila Anda bermain bisnis afiliasi dimana Anda butuh trafik kunjungan yang signifikan menuju blog Anda.
Cara Mendaftar Twitter
Seperti media sosial lainnya, Twitter adalah gratis. Cukup berbekal e-mail yang valid dan digunakan setiap hari sudah cukup untuk mendapatkan alamat Twitter. Anda jangan sampai mau ketinggalan dengan beberapa perusahaan besar seperti CNN, Google, Yahoo, Microsoft dan lain sebagainya yang sudah memiliki alamat twitter yang unik.
Adapun format alamat penamaan Twitter akan berupa www.twitter.com/budi_secondhand. Sebuah penamaan yang cukup unik dan menarik apabila suatu ketika Anda ditanyakan oleh orang lain tentang alamat twitter Anda.
Mencari dan Mendapatkan Teman dari Twitter
Twitter memiliki beberapa istilah yang sangat populer yaitu Following dan Follower. Following adalah member lain yang Anda ikuti atau tambahkan ke dalam daftar teman Anda. Sedangkan Follower adalah daftar member lain yang mengikuti atau menambahkan Anda ke dalam daftar temannya.
Setelah Anda sukses terdaftar segera masuk-log/login. Klik menu di bagian atas yaitu Find People, lalu klik pada submenu Suggested User. Cara ini khusus bagi Anda yang ingin cepat mendapatkan tambahan teman apabila Anda baru saja terdaftar. Dengan cara ini akan cukup efektif apabila Anda ingin segera mendapatkan teman sebanyak-banyaknya. Member lain pada Suggested User adalah member pilihan dari Twitter dimana mereka sudah memiliki banyak sekali teman dalam sebuah jaringan yang luas.
Tuesday, 7 May 2013
Sejarah Bedirinya Facebook
Facebook telah diasaskan oleh seorang anak muda yang berasal dari NewYork. Nama beliau ialah Mark Zuckerberg, dilahirkan pada tahun 1984, dan beliau telah mengasaskan Facebook ketika beliau masih lagi menuntut di Universiti Harvard. Sebelum ini, Mark Zuckerberg juga pernah membina beberapa laman web sosial yang lain, antaranya ialah Coursematch dan Facemash. Kini Mark Zuckerberg adalah seorang billionaire.
Mark Zuckerberg telah melancarkan Facebook pada febuari 2004. Semasa pelancaran, dalam masa 24 jam saja, seramai 1,200 pelajar Harvard telah mendaftar, dan dalam masa sebulan hampir separuh prlajar serjana muda di Universiti Harvard telah membuka akaun di Facebook. Kemudian rangkaian tersebut telah berkembang ke seluruh universiti yang terdapat di Amerika Syarikat, dan kini Facebook telah tersebar luas ke serata dunia. Facebook telah ‘menjadi’ Facebook.com selepas nama domain tersebut dibeli dengan harga USD200,000.
Tahukah anda, nama Facebook diambil sempena dengan nama borang yang akan diedarkan kepada pelajar baru di Universiti Harvard.
Tahukah anda, nama Facebook diambil sempena dengan nama borang yang akan diedarkan kepada pelajar baru di Universiti Harvard.
Pada mulanya, Facebook adalah satu tool yang digunakan oleh para pelajar di Universiti Harvard untuk berinteraksi sesama mereka. Tapi kini, ia digunakan oleh semua orang sebagai hiburan. Keahlian Facebook adalah percuma, tapi bagaimana Mark Zuckerberg boleh bergelar billionaire sedangkan keahalian adalah percuma? Sebenarnya keuntungan Facebook diperolehi daripada pengiklanan. Oleh itu tidak hairanlah syarikat separti Google dan Yahoo berminat untuk membeli Facebook.
Jika MySpace menerima tawaran daripada NEWS CORP sebanyak USD580 juta dan YouTube menerima tawaran USD1.5 billion dari Google, Facebook pula telah menerima tawaran hampir USD2 billion daripada Google dan Yahoo. Jika anda yang berada di tempat Mark Zuckerberg pada ketika itu, adakah anda akan menerima tawaran tersebut? USD 2 billion banyak tu… 7 keturunan pun tak habis. Tapi Mark Zuckerberg telah menolak tawaran tersebut. Beliau berkata ‘Facebook bukan untuk dijual’. Syarikat Microsoft pun telah menunjukkan minat terhadap Facebook, dan telah membeli share Facebook sebanyak 1.6% yang bernilai USD246 juta.
Sebelum Facebook, MySpace adalah laman web sosial yang terbesar di Amerika Syarikat. Siapa yang tak kenal dengan MySpace? ia adalah laman web sosial yang terbesar sebelum Facebook dan tiada satu pun rangkaian sosial yang lain dapat menandingi trafik MySpace pada ketika itu. Tetapi Facebook telah berjaya menandingi trafik MySpace dengan pantas, dan Facebook dianggarkan mempunyi hampir 200 juta ahli diserata dunia.
Jika MySpace menerima tawaran daripada NEWS CORP sebanyak USD580 juta dan YouTube menerima tawaran USD1.5 billion dari Google, Facebook pula telah menerima tawaran hampir USD2 billion daripada Google dan Yahoo. Jika anda yang berada di tempat Mark Zuckerberg pada ketika itu, adakah anda akan menerima tawaran tersebut? USD 2 billion banyak tu… 7 keturunan pun tak habis. Tapi Mark Zuckerberg telah menolak tawaran tersebut. Beliau berkata ‘Facebook bukan untuk dijual’. Syarikat Microsoft pun telah menunjukkan minat terhadap Facebook, dan telah membeli share Facebook sebanyak 1.6% yang bernilai USD246 juta.
Sebelum Facebook, MySpace adalah laman web sosial yang terbesar di Amerika Syarikat. Siapa yang tak kenal dengan MySpace? ia adalah laman web sosial yang terbesar sebelum Facebook dan tiada satu pun rangkaian sosial yang lain dapat menandingi trafik MySpace pada ketika itu. Tetapi Facebook telah berjaya menandingi trafik MySpace dengan pantas, dan Facebook dianggarkan mempunyi hampir 200 juta ahli diserata dunia.
Facebook adalah salah satu laman web sosial seperti MySpace dan Friendster, tetapi bagaimana Facebook boleh berkembang dengan cepat? Mungkin disebabkan oleh keunikan aplikasi yang terdapat pada Facebook. Game, gift, quiz dan banyak lagi aplikasi Facebook yang membolehkan Facebook telah berkembang dengan cepat. Facebook juga menyediakan ruang chat kepada penggunanya untuk berinteraksi kepada rakan-rakan. Ini yang membuatkan Facebook lebih unik berbanding dengan laman web sosial yang lain.
Kerajaan Inderapura
Inderapura kerajaan adalah sebuah kerajaan yang terletak di distrik South Coast, Provinsi Sumatera Barat sekarang, berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Jambi. Secara resmi kerajaan dulunya bawahan (vazal) Pagaruyung kerajaan. Meskipun dalam prakteknya kerajaan ini independen dan bebas untuk mengatur urusan dalam dan luar negerinya.
Kerajaan ini dalam masa kejayaan seluas mulai dari pantai barat Sumatera Padang Hurai Sungai di utara ke selatan. Produk yang paling penting adalah Inderapura lada, dan juga emas.
Kebangkitan
Inderapura dikenal juga sebagai Ujung Pagaruyung. Pagaruyung selama pemerintahan abad ke-15, beberapa daerah pesisir Minangkabau lainnya, seperti Inderagiri, Jambi, dan Inderapura tersisa untuk mengurus dirinya sendiri.
Namun, perkembangan baru Inderapura benar-benar dimulai ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Perdagangan mengalir melalui Selat Malaka yang sebagian besar telah beralih ke pantai barat Sumatera dan Selat Sunda. Pengembangan dan perluasan Inderapura terutama didukung oleh lada.
Kapan tepatnya Inderapura mencapai status negara merdeka tidak diketahui dengan pasti. Namun diharapkan, ini bertepatan dengan munculnya perdagangan lada di wilayah tersebut. Pada pertengahan abad ke-XVI mendorong penanaman upaya lada Inderapura mencapai Silebar batas selatan (sekarang di provinsi Bengkulu). Pada saat ini Inderapura persahabatan dengan Banten dan Aceh.
Ketika Kesultanan diperluas ke wilayah Pariaman. Inderapura menghentikan ekspansi untuk berteman dengan Aceh melalui ikatan perkawinan antara Raja Dewi, putri Sultan Shah Munawar Inderapura, dengan Firman Sultan Shah, saudara raja saat Aceh, Sultan Ri'ayat Ali Shah (1568-1575) . Melalui hubungan pernikahan dan kekuatan ekonomi Inderapura punya pengaruh besar di Kotaraja (Banda Aceh), bahkan komandan Inderapura disebut-sebut bersekongkol dalam pembunuhan putra Sultan Ali Shah Ri'ayat, sehingga membuka jalan bagi suami Raja Dewi menaiki tahta sebagai Sultan Sri Alam tahun 1576. Meskipun pemerintahannya hanya berlangsung tiga tahun sebelum terlempar dari tahtanya karena ketidaksetujuan dengan para ulama di Aceh.
Namun, efeknya bertahan Inderapura di Kesultanan Aceh, dari 1586 sampai 1588 yang masih berkaitan dengan raja dewi, memerintah dengan gelar Sultan Ali Shah II atau Sultan Ri'ayat Buyong, sebelum dibunuh oleh intrik ulama Aceh .
EkonomiBerdasarkan laporan dari Belanda, tahun 1616 Inderapura digambarkan sebagai sebuah kerajaan makmur di bawah pemerintahan Raja Itam, dan sekitar 30.000 orang terlibat dalam komoditas pertanian dan perkebunan yang mengandalkan beras dan merica. Kemudian pada masa sekitar Raja Agung pada tahun 1624, VOC berhasil membuat janji dalam koleksi hasil pertanian secara langsung dimuat ke perahu tanpa harus terlebih dahulu berlabuh di pelabuhan, dan pelabuhan bebas dari bea cukai. Begitu juga pada masa Raja Puti, penggantian raja besar, Inderapura masih menerapkan pelabuhan bebas bea dalam meningkatkan perekonomian.
Setelah ekspedisi penghukuman pada tahun 1633 oleh Kesultanan Aceh, sampai 1637 Inderapura masih belum mampu meningkatkan hasil pertanian mereka untuk mencapai hasil yang telah diperoleh pada periode sebelumnya. Dalam penurunan saat ini dalam pengaruh Aceh, Sultan Muzzaffar Shah mulai mengkonsolidasikan kekuasaan, yang diikuti oleh putranya Sultan Muhammad Shah naik tahta sekitar 1660 dan mulai membangun kembali hubungan diplomatik dengan Belanda dan Inggris.
PenguranganDi bawah Sultan Iskandar Muda, Aceh kesultanan saat berperang negara penghasil lada di Semenanjung Melayu, dan juga berusaha untuk memperkuat cengkeramannya atas monopoli lada dari pantai barat Sumatera. Kontrol yang ketat dari perwakilan Aceh (disebut sebagai panglima) di Tiku dan Pariaman dijual lada Inderapura perdagangan mengancam pelabuhan di utara. Oleh karena itu Inderapura mulai berkembang di bandar selatan, Silebar, yang biasanya digunakan untuk mengekspor lada lewat Banten.
Inderapura juga berusaha untuk menghindari membayar pajak atas komandan Aceh. Ini memancing kemarahan penguasa Aceh yang mengirimkan armada pada tahun 1633 untuk menghukum Inderapura. Puti raja yang memerintah Inderapura ketika dieksekusi bersama dengan beberapa bangsawan lainnya, dan banyak orang dipenjara dan dibawa ke Kotaraja. Aceh menempatkan komandan di Inderapura dan Raja Malfarsyah diangkat menjadi raja setelah raja Puti.
Di bawah pengganti Iskandar Muda, Aceh Sultan Iskandar Thani kontrol melemah. Pada masa pemerintahan Ratu Tajul Alam Aceh dalam pengaruh Inderapura mulai digantikan Belanda (VOC). Dominasi VOC dimulai ketika Sultan Muhammad Shah meminta bantuan memadamkan pemberontakan di Inderapura Belanda pada 1662. Pemberontakan ini dipicu oleh tuntutan Raja Adil percaya bahwa mereka memiliki hak untuk tahta Inderapura berdasarkan sistem matrilineal. Akibatnya Inderapura Sultan terpaksa melarikan diri bersama dengan ayah dan saudara-saudaranya. Kemudian Sultan Mansur Shah, dikirim ke Batavia menandatangani perjanjian yang disepakati pada tahun 1663 dan memberikan VOC pembelian lada monopoli, dan pekerjaan tambang emas yang benar. Pada Oktober 1663 pemerintah Inderapura pulih, dan Sultan Raja Adil Inderapura mengakui sebagai wakil berkedudukan di Manjuto.
Pada saat Sultan Muhammad Shah, Inderapura dikunjungi oleh pelaut Bugis, yang dipimpin oleh Daeng Maruppa yang kemudian menikah dengan adik Sultan Muhammad Shah, kemudian melahirkan gelar Sultan Daeng Mabela SEIAN, didasarkan pada catatan Inggris, Daeng Mabela di 1688 menjadi pasukan Bugis komandan EIC.
Sultan Muhammad Shah digantikan oleh putranya Sultan Mansur Shah (1691-1696), benih-benih ketidakpuasan orang memerintah atas penerapan adat tinggi dan perdagangan monopoli dominasi VOC kembali muncul. Namun pada 1696 Sultan Mansur Shah meninggal dan digantikan oleh Raja Pesisir, yang baru berusia 6 tahun dan di bawah perwalian pemerintahan neneknya. Puncak Inderapura penyebab kehancuran perlawanan rakyat di VOC pasca Cingkuak Island, sebagai reaksi terhadap invasi Juni 6 Juni 1701 VOC membalas dengan mengirim tentara dan berhasil mengendalikan Inderapura.
Inderapura akhirnya benar-benar runtuh pada 1792 ketika VOC garnisun di Air Haji menyerbu Inderapura karena pertengkaran dengan komandannya Inderapura Sultan, Sultan Inderapura kemudian melarikan diri ke Bengkulu dan meninggal di sana (1824).
Pemerintah
Inderapura etimologis berasal dari bahasa Sansekerta, dan dapat berarti King City. Inderapura awalnya area garis pantai Minangkabau, wilayah pesisir di pantai barat pulau Sumatera. Sebagai daerah pantai, Inderapura dipimpin oleh seorang wakil yang ditunjuk dari Pagaruyung dan gelar Raja dan kemudian juga gelar Sultan. Inderapura Raja diidentifikasi sebagai putra Raja Alam Pagaruyung atau The kekuasaan.
Wilayah
Pada akhir abad ketujuh belas Inderapura wilayah tengah, termasuk lembah sungai dan Batang Airhaji Inderapura, yang terdiri dari dua puluh koto. Koto masing-masing diperintah oleh seorang menteri, yang menjabat sebagai pangeran di wilayah Minangkabau lainnya. Sementara daerah Sungai, yang mencakup lembah Manjuto dan Airdikit (disebut sebagai Negeri Empat belas Koto), dan Muko Muko-(Lima Koto), sistem pemerintahan tidak jauh berbeda.
Di sebelah utara, yang disebut Banda Sapuluah (Bandar Sepuluh) dipimpin oleh Rajo nan Ampek (4 orang yang memegang raja, Airhaji Raja, Raja Bungo Pos, Raja Kambang, Raja Palangai). Daerah ini adalah semacam konfederasi 10 daerah atau desa (tanah), yang juga masing-masing dipimpin oleh pangeran 10.
Di wilayah selatan, dimana sistem pemerintahan yang terdiri dari desa-desa di bawah peroatin otoritas (kepala bertanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa di mulut sungai). Peroatin awalnya berjumlah 59 orang (sekitar satu peroatin nan enam puluh). Menteri Peroatin dan tunduk pada kekuasaan raja atau sultan.
Pada akhir abad ketujuh belas peroatin masih menjabat sebagai kepala daerah. Tapi tugas menteri bergeser seiring dengan pelepasan Inderapura menjadi kerajaan terpisah dari Pagaruyung. Dua puluh menteri Koto di Inderapura bertindak sebagai penasihat kerajaan. Empat belas menteri yang bertanggung jawab atas Koto istana rumah tangga, sementara Lima Koto Menteri yang bertanggung jawab untuk pertahanan.
Meskipun wilayah pada tahun 1691 di bawah Raja Sungai Adil, melarikan diri dari Inderapura dan menjadi kerajaan sendiri, yang awalnya didukung oleh Inggris. Tapi tidak lama dia meninggal dan digantikan oleh putranya gelar Sultan Gulemat (1691-1716). Sultan Gulemat tidak berhasil membuat daerah stabil dan kemudian juga kehilangan dukungan dari para menteri yang ada di wilayah tersebut
Kebangkitan Kesultanan Inderapura
Setelah abad ke Kesultanan Inderapura seperti nama hidup, tidak ada sultan atau raja dinobatkan menduduki takhta. Berjaya di kerajaan alam pernah menguasai wilayah Minangkabau di sepanjang pantai barat Sumatera di masa lalu. Hari ini, 1 Desember 2012, tepatnya 101 tahun sujud istana kekaisaran sebagai penjajah terbakar Inderapura saat itu. Pada tahun 101 kesultanan tertua di Nusantara oleh Ibu Ratu Daya Alam Kusumadiningrat Dato 'Seri Saripah Murliani, geliatnya harus dibangkitkan lagi. Harus memahami kendali Kesultanan oleh ahli waris dari silsilah Kesultanan tercantum dalam ranji Inderapura. Pemashuran kaisar diadakan dengan keangkuhan yang tepat dari bermarwah kerajaan, Minggu (1/12), diadakan di Hotel Grand Ina Muara Padang. Tidak kurang dari 20 raja dan sultan sebagai menghadiri penobatan Youdi Prayogo kepulauan, SE, ME Indera Rahimsyah gelar Sultan Daulat Sultan Sultan Muhammad Shah sebagai ke-35 setelah pewaris pemegang ke-34 menjadi pikun, berusia sekitar 99 tahun. Daya alam Kusumadiningrat Ratu mengatakan sudah saatnya kerajaan - kerajaan di Nusantara naik untuk memulihkan martabat dan ketertiban kustom tidak hilang. "Custom adalah hal penting yang harus dipertahankan, jika kebiasaan terkikis karamlah bangsa," katanya kepada wartawan setelah penobatan Sultan Inderapura. Elegan wanita yang mengenakan mahkota bertatahkan berlian itu menjelaskan, kerajaan dan kekaisaran kepulauan yang dari dulu telah berjuang untuk bangsa ini dari cengkeraman penjajah, ini perlu diketahui oleh generasi sekarang orang dalam nilai-nilai tradisional dan budaya yang membawa kerajaan dan kesultanan tetap pengaruh yang kuat untuk kepribadian mereka. "Mengapa tidak, dengan adat dan budaya negara maka anak akan benar anak swasta Indonesia. Karena, kustom membuat mereka memiliki karakter mulia, sopan chic, sopan santun, menghormati orang tua dan jujur," kata Ibu Ratu dalam logat Melayu Malaysia. Selanjutnya Jambi Melayu kerajaan putri asal dan berada di Kerajaan Negeri Sembilan Malaysia menyebutkan, berantakan dihadapi di Indonesia dan di negara lain bukan karena erosi tradisi dan budaya. Korupsi merajalela karena orang tidak jujur dan dapat dipercaya. "Berteriak memberantas korupsi adalah sia - sia," katanya. Ibu Suri juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pejabat pemerintah daerah yang tidak datang dalam prosesi pemashuran. Tidak terkecuali Gubernur dan Bupati. "Saya sedih, beratkah untuk datang ke perayaan ini bahwa tidak ada seorang pejabat yang menghadiri hukum kita? Apa yang indah duduk bersama untuk memperbaiki negara. Kami tidak ingin mencocokkan apalagi dimaksudkan untuk menggulingkan pemerintah. Dengan meningkatkan Kesultanan maka kita bersama-sama dapat membangun negara baik secara fisik maupun moral, "katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, kedatangannya juga membawa sejumlah pengusaha dari negara tetangga Malaysia tertarik untuk berinvestasi. Tetapi karena tidak adanya itikad baik sebagai pejabat Ibu Suri tidak mendapatkan respon. "Saya berniat untuk bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Pesisir Selatan untuk mendiskusikan kemungkinan pengusaha Malaysia untuk berinvestasi di negeri ini," katanya. Sementara Sultan Inderapura baru terungkap dimashurkan, Kesultanan dihidupkan kembali Inderapura merupakan amanat yang saat ini ditempatkan di pundaknya. Dia berjanji untuk 'membangkitkan batang terandam' setelah periode panjang di mana Adat bersendi Syara merosot 'Syara' bersendi Kitabullah telah menjadi usang. "Selain itu, istana telah runtuh Inderapura juga dibangun kembali," kata dosen di IAIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi ini. Dia juga mengungkapkan akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Selain menjaga situs - ada juga situs dalam rangka untuk mengembangkan masyarakat untuk menghargai dan memahami sejarah.
Raja daftar Inderapura
Berikut adalah daftar Raja Inderapura:
| Tahun | Nama atau gelar | Catatan dan peristiwa penting | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1550 | Sultan Munawar Syah Raja Mamulia | |||||
| 1580 | Raja Dewi | Nama lainnya adalah Putri Rekna Candra Dewi | 1616 | Raja Itam | ||
| 1624 | Raja Besar | |||||
| 1625 | Raja Puti | Nama lainnya Putri Rekna Alun | 1633 | Sultan Muzzaffar Syah Raja Malfarsyah | ||
| 1660 | Sultan Muhammad Syah | Raja Adil menuntut hak yang sama. | ||||
| 1691 | Sultan Mansur Syah | Sultan Gulemat putra Raja Adil berkedudukan di Manjuto melepaskan diri dari Inderapura. | ||||
| 1696 | Raja Pesisir | |||||
| 1760 | Raja Pesisir II | |||||
| 1790 | Raja Pesisir III |
Inderapura dalam fiksi
Komandan Raja, Nur Sutan Iskandar novel yang pertama kali diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1934, antara lain menceritakan pemberontakan rakyat terhadap Sultan Muhammadsyah Inderapura terjadi pada 1662. Menurut cerita ini, pemberontakan dipicu oleh tindakan membunuh istri Sultan Muhammadsyah saudara Raja Adil.
Inderapura royal history
Inderapura kingdom is a kingdom located in the South Coast district, West Sumatra province now, bordering the provinces of Bengkulu and Jambi. Officially the kingdom was once a subordinate (vazal) Pagaruyung kingdom. Although in practice this kingdom independent and free to set its domestic and foreign affairs.
This kingdom in its heyday covering an area ranging from the west coast of Sumatra Padang Hurai River in the north to the south. The most important products are Inderapura pepper, and also gold.
Revival
Inderapura known also as Ujung Pagaruyung. Pagaruyung during the rule of the 15th century, some coastal areas in other Minangkabau, such Inderagiri, Jambi, and Inderapura left to fend for himself.
However, the development of new Inderapura really begins when Malacca fell to the Portuguese in 1511. Trade flows through the Strait of Malacca which had largely turned to the west coast of Sumatra and the Sunda Strait. Development and expansion Inderapura mainly supported by the pepper.
When exactly Inderapura achieved the status of an independent state is not known with certainty. But it is expected, this coincides with the advent of the pepper trade in the region. In the mid-sixteenth century encouraged the planting effort pepper Inderapura reach Silebar southern boundary (now in Bengkulu province). At this time Inderapura a friendship with Banten and Aceh.
When Sultanate expanded to Pariaman region. Inderapura stop the expansion to make friends with Aceh through the bond of marriage between King goddess, daughter of Sultan Shah Munawar Inderapura, with the Word Sultan Shah, brother of the current king of Aceh, Sultan Ri'ayat Ali Shah (1568-1575). Through the marriage relationship and economic power Inderapura got great influence in Kotaraja (Banda Aceh), even the commander of Inderapura touted conspired in the murder of the son of Sultan Ali Shah Ri'ayat, thus paving the way for the King Dewi husband ascended the throne as Sultan Sri Nature in 1576. Although his rule lasted only three years before knocked off his throne because of disagreement with the scholars in Aceh.
However, the effect persisted Inderapura in the Sultanate of Aceh, from 1586 until 1588 one that is still associated with the goddess king, ruled with the title of Sultan Ali Shah II or Sultan Ri'ayat Buyong, before being killed by intrigue scholars of Aceh.
Economy
Based on reports of the Netherlands, in 1616 Inderapura described as a prosperous empire under the reign of Raja Itam, and around 30,000 people are involved in agricultural and plantation commodities that rely on rice and pepper. Later in the period surrounding the Great King in 1624, the VOC managed to make an appointment in the collection of agricultural produce is directly loaded into the boat without necessarily first docked in the harbor, and the harbor exempt from excise duty. So also in the time of King Puti, replacement of the great king, Inderapura still apply duty-free port in boosting the economy.
After the punitive expeditions in 1633 by the Sultanate of Aceh, until 1637 Inderapura still not able to increase their agricultural products to achieve results that have been obtained in previous periods. In the current decline in the influence of Aceh, Sultan Muzzaffar Shah began to consolidate power, which was followed by his son Sultan Muhammad Shah ascended the throne around 1660 and began to re-establish diplomatic relations with the Netherlands and the UK.
Reduction
Under Sultan Iskandar Muda, Aceh sultanate while fighting pepper-producing countries in the Malay peninsula, and also trying to strengthen its grip on the monopoly of pepper from Sumatra's west coast. Strict control of the representatives of Aceh (referred to as commander) in Tiku and Pariaman on sale pepper Inderapura trade threatens the port in the north. Therefore Inderapura began to develop in southern bookie, Silebar, which is usually used to export pepper through Bantam.
Inderapura also attempted to evade paying taxes on the commander of Aceh. This enrages the ruler of Aceh which sends its fleet in 1633 to punish Inderapura. Puti kings who ruled Inderapura when it was executed along with several other nobles, and many people are imprisoned and taken to Kotaraja. Aceh put the commander in Inderapura and King Malfarsyah appointed king after king Puti.
Below replacement Iskandar Muda, Aceh's Sultan Iskandar Thani control weakened. In the reign of Queen Tajul Alam Aceh in Inderapura influence began to be replaced Dutch (VOC). Domination VOC begins when Sultan Muhammad Shah asked for help quell the uprising in Inderapura Netherlands in 1662. This rebellion was triggered by demands Raja Adil believed that they had the right to the throne Inderapura based on matrilineal system. Consequently Inderapura Sultan was forced to flee along with his father and relatives. Then Sultan Mansur Shah, sent to Batavia signed the treaty agreed in 1663 and gave VOC monopoly purchase pepper, and a gold mine work right. In October 1663 the government Inderapura recovered, and Sultan Raja Adil Inderapura recognizes as representative domiciled in Manjuto.
At the time of Sultan Muhammad Shah, Inderapura visited by sailors Bugis, led by Daeng Maruppa who later married the sister of Sultan Muhammad Shah, later gave birth to a title of Sultan Daeng Mabela SEIAN, is based on the British record, Daeng Mabela in 1688 became commander Bugis forces for the EIC.
Sultan Muhammad Shah was replaced by his son Sultan Mansur Shah (1691-1696), the seeds of discontent people reign over the application of high customs and trade monopoly domination VOC re-emerged. But in 1696 the Sultan Mansur Shah died and was replaced by King Coastal, who was only 6 years old and under the guardianship of her grandmother's reign. Peak Inderapura cause destruction of people's resistance in the VOC post Cingkuak Island, as a reaction to the invasion, June 6 June 1701 VOC retaliated by sending troops and successfully control Inderapura.
Inderapura finally completely collapsed in 1792 when the garrison VOCs in Air Haji stormed Inderapura because quarrels with his commander Inderapura Sultan, Sultan Inderapura then fled to Bengkulu and died there (1824).
Government
Inderapura etymologically derived from the Sanskrit, and can mean the King City. Inderapura was originally a shoreline area of the Minangkabau, a coastal region on the west coast of Sumatra island. As shoreline areas, Inderapura led by an appointed representative of Pagaruyung and title of King and then also title of Sultan. Inderapura king is identified as the son of King Nature or The lordship Pagaruyung.
Territory
At the end of the seventeenth century Inderapura central region, including river valleys and Batang Airhaji Inderapura, consisting of twenty-koto. Koto each ruled by a minister, who serves as the prince in other Minangkabau region. While the Creeks area, which includes the valley Manjuto and Airdikit (referred to as Foreign Fourteen Koto), and Muko-Muko (Lima Koto), system of government is not much different.
To the north, called the Banda Sapuluah (Bandar Ten) led by Rajo Ampek nan (4 person who holds the king; Airhaji King, King of Bungo Post, King Kambang, King Palangai). This area is a sort of confederation of 10 areas or villages (land), which also led respectively by the prince 10.
In the southern region, where the system of government which consists of the villages under the authority peroatin (head is responsible to resolve disputes at the mouth of the river). Peroatin was originally numbered 59 people (approximately one peroatin nan sixty). Peroatin ministers and is subject to the rule of the king or sultan.
At the end of the seventeenth century the peroatin still serves as head of the region. But the minister duties shifted along with the release of Inderapura into separate kingdoms of Pagaruyung. Twenty ministers Koto in Inderapura act as royal adviser. Fourteen ministers in charge of the household Koto palace, while Lima Koto Minister responsible for defense.
Although the region in 1691 under King Creeks Fair, escape from Inderapura and became its own kingdom, which was initially supported by the British. But not long ago he died and was succeeded by his son the title of Sultan Gulemat (1691-1716). Sultan Gulemat not successfully make the region stable and then also lost the support of the ministers that exist in the region
Revival Sultanate Inderapura
After a century Sultanate Inderapura like live name, no sultan or a king was crowned to occupy the throne. Triumphed in the natural kingdom once ruled the Minangkabau region along the western coast of Sumatra in the past. Today, December 1, 2012, exactly 101 years prostration the imperial palace as the invaders burned Inderapura that time. In the year 101 the oldest sultanate in the archipelago by the Queen Mother Natural Power Kusumadiningrat Dato 'Seri Saripah Murliani, geliatnya must be raised again. Must grasp the reins of the Sultanate by the heirs of the Sultanate genealogy listed in ranji Inderapura. Pemashuran emperor was held with proper pomp of a royal bermarwah, Sunday (1/12), held at the Hotel Grand Ina Muara Padang. No less than 20 kings and sultans as attending the coronation Youdi Prayogo archipelago, SE, ME Indera Rahimsyah title of Sultan Daulat Sultan Sultan Muhammad Shah as the 35th after the 34th heir holder into senility, aged approximately 99 years. Power Mother Nature Kusumadiningrat Queen said it was time the kingdom - the kingdom in the archipelago rose to restore dignity and order custom is not lost. "Custom is the important thing that should be maintained, if the customs eroded karamlah a nation," he told reporters after the coronation of Sultan Inderapura. Elegant woman wearing a diamond-studded crown was explained, the royal and imperial archipelago which from the first has been fighting for this nation from the clutches of the invaders, this needs to be known by the present generation of people in traditional values and culture that brought the empire and the empire remained a strong influence for their personality. "Why not, with the customs and culture of the country then the child will be a true private Indonesian children. Due, custom make them have a noble character, urbane chic, good manners, respect for parents and honest," said the Queen Mother in Malaysian Malay accent . Further Jambi Malay kingdom princess origin and residing in the Kingdom of Malaysia's Negeri Sembilan mention, messy faced in Indonesia and in other countries not because of the erosion of tradition and culture. Corruption is rampant because people are not honest and trustworthy. "Shouting eradicate corruption is worth - nothing," he said. Queen Mother also revealed disappointment against local government officials who do not come within the pemashuran procession. No exception Governors and Regents. "I'm sad, beratkah to come to this celebration that no one official who attended our laws? What a wonderful sit down together to fix the country. We do not want to match let alone intended to overthrow the government. By raising the Sultanate then we can together build the country both physically and moral, "he said. Furthermore he said, his arrival also brings a number of businessmen from the neighboring country Malaysia is keen to invest. But in the absence of good faith as officials of the Queen Mother did not get a response. "I intend to meet Governor of West Sumatra and South Coastal Regents to discuss the possibility of Malaysian businessmen to invest in this country," he said. While the Sultan Inderapura newly revealed dimashurkan, Sultanate revived Inderapura is a mandate that is currently placed on his shoulders. He promised to 'arouse stem terandam' after a long period in which Indigenous slumped jointed Syara 'Syara' jointed Qur'aan was becoming obsolete. "In addition, the palace has collapsed Inderapura also be re-built," said lecturer at IAIN Jambi Sultan Taha Syaifuddin this. He also revealed there will always coordinate with local authorities. In addition to keeping the site - there are also sites in order to develop the community to appreciate and understand the history.
King Inderapura list
| Years | Name or title | Notes and key events | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1550 | Sultan Munawar Syah Raja Mamulia | |||||
| 1580 | Raja Dewi | Nama lainnya adalah Putri Rekna Candra Dewi | 1616 | Raja Itam | ||
| 1624 | Raja Besar | |||||
| 1625 | Raja Puti | Nama lainnya Putri Rekna Alun | 1633 | Sultan Muzzaffar Syah Raja Malfarsyah | ||
| 1660 | Sultan Muhammad Syah | Raja Adil menuntut hak yang sama. | ||||
| 1691 | Sultan Mansur Syah | Sultan Gulemat putra Raja Adil berkedudukan di Manjuto melepaskan diri dari Inderapura. | ||||
| 1696 | Raja Pesisir | |||||
| 1760 | Raja Pesisir II | |||||
| 1790 | Raja Pesisir III |
Inderapura in fiction
Commander Raja, Nur Sutan Iskandar novel that was first published by Balai Pustaka in 1934, among others recount the popular uprising against the Sultan Muhammadsyah Inderapura happened in 1662. According to this story, the rebellion triggered by the act of killing the wife of the Sultan Muhammadsyah brother Raja Adil.
Subscribe to:
Posts (Atom)









