Blogger templates

Pages

Showing posts with label kuliah. Show all posts
Showing posts with label kuliah. Show all posts

Tuesday, 21 May 2013

Cowok Yang Jago Komputer Itu Kren

Tampaknya jago komputer hanya seperti mode atau tren yang diejek di satu hari, berikutnya, kita tidak bisa merasa cukup.  Kita semua menarik perbandingan antara jago komputer, kacamata tebal, seorang fiksasi Nintendo dan bakat sosial penyu. Tapi itu dulu, dan ini adalah sekarang …

 

Cowok Yang Jago Komputer Itu Kren
Cowok Yang Jago Komputer Itu Kren

 


Pria jago komputer sangat lucu dengan cara yang unik. Wanita suka yang unik dan lucu, itu menarik. Dan, itu merupakan perubahan menyegarkan untuk kencan dengan pria jago komputer, mengingat obsesi pria untuk punya tubuh indah tampak seperti NERAKA. Seorang gadis akan lebih suka kencan dengan seseorang yang lucu dan menarik daripada pria yang lebih peduli tentang apakah ia tampak baik dalam kemeja barunya.


jago komputer adalah orang berguna di zaman baru di abad 21. Ada frustrasi universal bersama antara pemilik komputer pribadi bila mereka rusak. Komputer hang dan kerusakan adalah salah satu perangkat yang paling membuat frustasi. Solusi? Minta jago komputer untuk memperbaikinya!

So...? Hahahaha.. Yang Jago Komputer its oke banget dech....


Sedikit Tambahan

harus diketahui seorang pria ahli komputer mengenai komputer..:


1. Kita Musti Menghibur Suasana Wanita Dari "Virus" Bete Dengan "Menscannya" Dengan Kata-Kata Kita Yang Telah terupdate "Databasenya Enginenya".

2. Kita Musti Ngasih Sisa "Free Space" Hati Kita Untuk Wanita....., Agar Si Wanita Selalu Di Hati Kita.

3. Kita Harus Merestart System Hati Kita, Ketika Sudah Ada Tanda-Tanda Suasana "OverHate" Dengan Wanita. Kalo Kamu Nggak Restart System Hatimu Ketika sedang Overheat, Lama-Lama Si Wanita Bakal "Terdelete" Dari Hardisk Hati Kita. Dan Bisa Membawa Virus Baru Lagi Yang Mempunya Varian nama : Patah Hati. Virus Ini Biasanya Sulit Untuk Dihapus, Kecuali Ada Wanita Lain Yang Mengisi Hardisk Hatimu

4. Jangan Lupa Selalu Ganti "Theme" Kamu, Karena, Si Wanita Kadang-Kadang Suka Bosen Dengan Theme Yang Itu-Itu Aja. Cobalah Pake theme Yang Terbaru And Cool, Seperti "Themenya Window Vista".

5. Ketika "Koneksimu" dengan Si Wanita Bermasalah, Cobalah Kamu Cek Kabel Networkmu, Jika Ga ada Yang Bermasalah Tapi tetep Ga Bisa, Coba Ketik Ini Di "Ms DOs" Hapemu "ping kamu_dimana ?" jika yang tertulis request time out, berarti rasa sayangnya udah mulai memudar, tapi kalo tulisannya, "can't find host server" berarti dia udah ga sayang ama kamu.

6. Kalo Para Wanita Ga Mau Masuk Ke "Systemmu", Berarti Systemmu Jelek, Banyak Virusnya, Hardwarenya Butut, Ganti Yang Baru dech, Dijamin PAra Wanita Akan Dengan Mudah Masuk Ke Systemmu....good luck

Monday, 13 May 2013

Fungsi Control microsoft word


Shortcut Microsoft Word
Assala’mualaikum … Sobat  yang baik… Berikut saya sharing ilmu tentang Shortcut Microsoft Word … Nah ini insyaallah bisa memudahkan kita dalam mempercepat proses pengetikan dokumen dan perlu untuk diketahui untuk meningkatkan kecepatan dalam mengerjakan tugas tugas pengetikan yang kita butuhkan ,Terkadang Jika kita lagi ngetik, Pemakaian mouse untuk pengaturan perbaikan ,tata letak,  dan  perintah-perintah lainnya yang menggunakan mouse membuat kita menyita waktu. Nah jika mengetahui Shorcut untuk meminimalisir pemakain mouse dalam rangka mempercepat tugas – tugas pengetikan kita ada baiknya kita mempelajari dan menggunakan shortcut Shortcut Microsoft Word.

Oleh karena itu saya mencoba membagi ilmu kepada teman – teman semua yang kemungkinan  suatu ketika nanti membutuhkan Shortcut Microsoft Word. Berikut Kumpulan Shortcut Microsoft Word yang teman – teman harus pelajari dan dipraktekkan agar mudah dan mempercepat tugas – tugas dalam pengetikan :
  1. Ctrl+a (select all) ==> berfungsi untuk memblok seluruh isi dokumen
  2. Ctrl+b (bold) ==> menjadikan huruf lebih tebal dari biasanya
  3. Ctrl+c (copy) ==> me-copy karakter yang dipilih
  4. Ctrl+e (align center) ==> untuk mengatur posisi huruf agar berada di tengah dokumen
  5. Ctrl+f (find) ==> untuk mencari teks / huruf dalam dokumen
  6. Ctrl+g (go) ==> menuju halaman yang kita inginkan
  7. Ctrl+h (replace) ==> mengganti kata dengan kata lain yang kita inginkan
  8. Ctrk+i (italic) ==> untuk memiringkan huruf / tulisan
  9. Ctrl+j (justify) ==> untuk merubah posisi teks agar rata kiri kanan
  10. Ctrl k (insert hyperlink) ==>untuk membuat tautan
  11. Ctrl+L (align left) ==>untuk menjadikan posisi tulisan rata kiri
  12. Ctrl+n (create new document) ==>untuk membuat dokumen baru
  13. Ctrl+O (open) ==>berfungsi untuk membuka file dokumen
  14. Ctrl+p (print) ==>untuk mencetak dokumen
  15. Ctrl+q (spacing) ==>merubah jarak spasi sesudah paragraf yang dipilih 10 pt
  16. Ctrl+R (align right) ==> untuk membuat posisi huruf rata kanan
  17. Ctrl+S (save) ==>untuk menyimpan file dokumen
  18. Ctrl+T (left indent) ==> untuk mengatur left indent
  19. Ctrl+U (underline) ==>untuk menggarisbawahi kalimat
  20. Ctrl+V (paste) ==> untuk menempel hasil copy
  21. Ctrl+W (close window) ==> untuk keluar dari Microsoft word
  22. Ctrl+X (cut) ==> untuk memotong huruf/gambar yang dipilih agar dapat ditempel di tempat lain
  23. Ctrl+Y (redo) ==> menggunakan kembali perintah terakhir yang dilakukan dengan sama persis
  24. Ctrl+Z (undo) ==> untuk mengulangi hal yang terakhir dilakukan
  25. Ctrl+1 (line spacing 1)  ==> membuat jarak spasi 1 spasi
  26. Ctrl+2 (line spacing 2) ==> membuat jarak spasi 2 spasi
  27. Ctrl+5 (line spacing 1,5) ==> membuat jarak spasi 1,5 spasi
  28. Ctrl+= (subscript) ==> untuk membuat penulisan huruf lebih kecil di sebelah bawah, contoh pada penulisan O2
  29. Ctrl+shift+= (superscript) ==> untuk membuat superscrip atau penulisan huruf lebih kecil di sebelah
  30. Ctrl+backspace ==> untuk menghapus satu kata ke belakang
  31. Ctrl+delete ==> untuk menghapus satu kata ke depan
  32. Ctrl+enter ==> membuat page break/halaman baru
  33. Ctrl+[ ==> memperkecil ukuran huruf
  34. Ctrl+]  ==> memperbesar ukuran huruf
  35. F1 (help) ==> membuka menu help
  36. F2 ==> hampir sama dengan cut (ctr+x), bedanya kalau cut memunculkannya pake paste, kalau F2 pake enter
  37. F5 ==> pergi ke halaman (Ctrl + G)
  38. F7 ==>  membuka dialog box Spelling and Grammar
  39. F12 (open file) ==>membuka file dokumen
  40. Ctrl+F1 ==> menampilkan atau menyembunyikan ribbon (pada MS Word 2007)
  41. Ctrl+F2 ==>  melihat print preview
  42. Ctrl+F3 ==> sama dengan backspace (menghapus ke belakang)
  43. Ctrl+F4 ==> kelua dari word
  44. Ctrl+F10 (restore down/maximize) ==> merestore down (memperkecil) dan memaximizen (memperbesar) tampilan window
  45. Ctrl+tombol panah kiri/kanan ==> memindahkan kursor satu kata ke kiri atau kanan
  46. Shift+tombol panah kiri/kanan ==> memblok satu karakter mulai dari kursos berada ke kiri/ke kanan
  47.  Ctrl+Shift+tombol panah kiri/kanan ==> memblok satu kata mulai dari kursos berada ke kiri/ke kanan
  48. Tombol Home ==> memindahkan kursor awal baris
  49. Tombol End ==> memindahkan kursos ke akhir baris
  50. Ctrl+Home ==> memindahkan kursor awal baris awal halaman
  51. Ctrl+End ==> memindahkan kursos ke akhir baris akhir halaman
  52. Ctrl+Shift+Home ==> memblok isi dokumen dari tempat kursos berada sampai pada awal halaman
  53. Ctrl+shift+End ==> memblok isi dokumen dari tempat kursos berada sampai pada akhir halaman
  54. Ctrl+Backspace ==>menghapus satu kata ke belakang
  55. Ctrl+Delete ==>menghapus satu kata ke depan
  56. Ctrl+Alt+ + ==>untuk membuat shortcut sendiri
Nah demikianlah Kumpulan Shortcut Microsoft Word. Yang saya sharingkan semogabermanfaat buat teman- teman semua agar pekerjaan kita lebih efektif dalam memproses tugas tugas pengetikan, saya sarankah untuk dihafal semuanya. Dengan keseringan kita memakai Shortcut Microsoft Word  dalam mengerjakan tugas pengetikan kita maka kita akan semakin terbiasa dan terasah kemampuannya serta semakin cepat. Sehingga secara  otomatis mempercepat  pekerjaan dan cepat selesai .Semoga Kumpulan Shortcut Microsoft Word bermanfaat buat rekan-rekan semua amiiin.
Terimakasih atas kunjungan anda blog ini semoga bermanfaat…
Wassalam…

Thursday, 9 May 2013

Surat Lamaran Kerja Dalam Bahsa Inggris download

Berikut ini Saya sajikan artikel mengenai Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Baik dan Benar. Anda sedang bingung, bagaimana caranya Anda bisa membuat surat lamaran kerja, di bawah ini diberikan 3 Contoh Surat Lamaran Kerja dalam Bahasa Inggris, yang mewakili berbagai pendapat, kondisi, dan situasi dari pelamar maupun penerima kerja.


Semoga 3 contoh surat ini dapat membantu anda dalam melamar pekerjaan, Nah seperti apakah contoh tersebut? Mari kita simak dengan baik beberapa contoh yang sudah saya update.




Contoh ke 1.
Tangerang, November 2, 2012
Attention To:
Mr. Imantoro
Human Resources Department
PT. Persada Bumida Terpadu
Jl. Raya Sukamaju No. 11
Tangerang

Dear Sir,
On this good opportunity, I would like to apply as a Instrumentation and Control System Engineer in your company. My name is Dias Farhan, 22 years old, male, single, energetic and healthy. I am a Control System Engineer and graduated from Suryadarma University (UNSURYA) on May 2007 with GPA 3.78. I would like to have career to expand my experience.
My personality as a hard worker and fast learner type of person would bring benefit to your company. I will be very appreciated if you could give in opportunity to work in your company.
Herewith I enclose my curriculum vitae, which will give details of my qualification.
I hope my qualifications and experience merit your consideration and look forward to your reply.

Sincerely yours,



Dino Saputra
Phone : 021 - 57xxxxx
Jl. Melati No.23
Tangerang - 15712
Contoh ke 2.
Bogor, November 2, 2012
Attention To:
Human Resources Department
Yayasan KPT
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong

Dear Sir/Madam,
Having known about a vacancy advertised on Kompas, November 28, 2012, I am interested in the position of Account Executive (AE).
I am a 26 year old male, graduated from a reputable university, having skill in English, both written and oral and also operating computer. I am a hard worker, able to work in individual and in team.
I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company's assest. I am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you for your consideration and attention.

Sincerely yours,



Tikno Aldy Putra

Enclosures :
- copy of ID Card
- copy of Final Certificate
- photo
- Curriculum Vitae
Contoh ke 3.
Jakarta, November 2, 2012
Attention To:
Sukarmadi
Resources Manager
PT. Gilang Persada Bumi
Jl. Cendrawasih No. 45
Jakarta Pusat


Dear Mr. Sukarmadi,
I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Tempo, November 28, 2012.
I have over one year experience as an Accounting with PT. Rizky Finance and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.
I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.
I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience

Sincerely yours,



Budi Sutarya M.kom







Atau



Jakarta, November 12th 2012

Attention To: Human Resources Department
PT. Jakarta Realty
Jl. Gatot Subroto No. 50A
South Jakarta, Indonesia 12970

Dear Sir,

Im seeing your fast growing organization and I heard that your company has a good reputation, so I would like to join with your company as Credit Marketing officer (CMO).

I am 29 years of age and I graduated from Mechanical Technique Faculty, Jenderal Achmad Yani University, Bandung, Majoring in Metallurgy.

I have an excellent health, high motivation, good communication skill, computer skill, creative, high loyalty, integrity, I am ready to work hard, motorcycle, SIM C and highly motivated to works every where.

Hopefully, you could consider my application and I am looking forward to hearing from you.

Yours faithfully,

Agung Prabowo, ST





Jakarta, November 12th 2012

Attention To: Human Resources Department
PT. Jakarta Realty
Jl. Gatot Subroto No. 50A
South Jakarta, Indonesia 12970

Dear Sir/Madam,

I have read from your advertisement at Kompas that your company is looking for employees to hold some position. Based on the advertisement, I am interested in applying application for Engineer position according with my background educational as Engineering Physics.

My name is Harry Prasetyo, I am twenty three years old. I have graduated from Engineering Physics Department ISTN on April 2012. My specialization in Engineering Physics is Instrumentation and Control specialist. I consider myself that I have qualifications as you want. I have good motivation for progress and growing, eager to learn, and can work with a team (team work) or by myself. Beside that I posses adequate computer skill and have good command in English (spoken and written).

With my qualifications, I confident that I will be able to contribute effectively to your company. Herewith I enclose my :

1. Copy of Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript.
2. Curriculum Vitae.
3. Copy of Job Training Certificate from Unocal Indonesia Company.
4. Recent photograph with size of 4x6

I would express my gratitude for your attention and I hope I could follow your recruitment test luckily.

Sincerely,


Harry Prasetyo




Demikianlah beberapa Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris yang semoga bisa membantu atau memudahkan Anda dalam melamar pekerjaan, sekian dan terima kasih telah share ke artikel ini, semoga bermanfaat dan berguna untuk Anda. SALAM SEJAHTERA, SEMOGA SUKSES

Friday, 26 April 2013

TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING


TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
1. PENDAHULUAN
Kehadiran layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang cukup panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya kebutuhan akan penjurusan di.SMA pada saat itu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama, dalam kurikulum 1975 sampai kurikulum 1984 semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan , kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. sampai dengan sekarang. Akhir-akhir ini ada sebagaian para ahli meluncurkan sebutan Profesi Konselor, meski secara formal istilah ini belum digunakan. Bersamaan dengan perubahan nama tersebut, didalamnya terkandung berbagai usaha perubahan untuk memantapkan bimbingan dan konseling sebagai suatu profesi. Kendati demikian harus diakui bahwa untuk mewujudkan bimbingan dan konseling sebagai suatu profesi yang dapat memberikan manfaat banyak, hingga saat ini tampaknya masih perlu kerja keras dari semua pihak yang terlibat dengan profesi konselor.
Dalam tataran teoritis, teori-teori bimbingan dan konseling hingga saat ini boleh dikatakan sudah berkembang cukup mantap, dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya dan bahkan relatif mendahului teori-teori yang dikembangkan dalam pembelajaran untuk mata pelajaran – mata pelajaran di sekolah. Perkembangan teori bimbingan dan konseling terutama dihasilkan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi bimbingan dan konseling, baik yang bersumber dari penelitian maupun hasil pemikiran kritis para ahli. Di sisi lain, teori-teori bimbingan dan konseling yang dihasilkan melalui penelitian oleh para praktisi di sekolah-sekolah tampaknya belum berkembang sepenuhnya sehingga kurang memberikan kontribusi bagi perkembangan profesi bimbingan dan konseling.
Kendala terbesar yang dihadapi untuk mewujudkan bimbingan dan konseling sebagai profesi yang handal dan bisa sejajar dengan profesi-profesi lain yang sudah mapan justru terjadi dalam tataran praktis. Manfaat bimbingan dan konseling sepertinya masih belum dirasakan oleh masyarakat, karena penyelenggaraannya dan pengelolaannya tidak jelas. Kesan lama, Guru Pembimbing sebagai “polisi sekolah“ atau “Polisi Susila”pun hingga kini masih melekat kuat pada sebagaian masyarakat, khususnya di kalangan siswa dan guru bahkan dikalangan kepala sekolah.
Sebagaimana dimaklumi bahwa dalam pendekatan sentralistik-birokratik, Guru Pembimbing dalam melaksanakan tugasnya sudah ditentukan dan dipolakan sedemikian rupa oleh pusat, melalui berbagai bentuk aturan, ketentuan, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan sebagainya. Akibatnya, ruang gerak Guru Pembimbing menjadi terbatasi, sehingga pada akhirnya menjadi kurang terbiasa dengan budaya kreatif dan inovatif. Aturan dan ketentuan yang kaku dan ketat telah menggiring dan memposisikan Guru Pembimbing pada iklim kerja yang tidak lagi didasari oleh sikap profesinal, namun justru lebih banyak sekedar menjalankan kewajiban rutin semata. Maka, muncullah berbagai sikap yang kurang menguntungkan, seperti : kerja yang sifatnya rutinitas, masa bodoh dan tidak peduli terhadap prestasi kerja.
Dengan hadirnya otonomi pendidikan sampai ketingkat satuan pendidikan dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang mengedepankan pendekatan desentralistik-profesional, maka ruang gerak Guru Pembimbing menjadi lebih leluasa. Proses kreatif dan inovatif justru menjadi lebih utama. Guru Pembimbing didorong untuk memiliki keberanian dan membiasakan diri untuk menemukan cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain, memasuki alam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Guru Pembimbing dituntut bekerja secara profesional.
Dari sini, timbul pertanyaan hal-hal apa yang perlu disiapkan untuk menuju ke arah profesionalisme itu ? Dalam hal ini, tentu saja Guru Pembimbing seyogyanya dapat berusaha mengembangkan secara terus menerus kapasitas pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, yang justru merupakan prasyarat untuk menjadi seorang profesional.
Guru Pembimbing seyogyanya tidak merasa cepat berpuas diri dengan kapasitas pengetahuan dan keterampilan yang saat ini dimilikinya, akan tetapi justru harus senantiasa berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya seƱalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan komunikasi sehingga tidak menjadi terpuruk secara profesional.
Upaya peningkatan kapasitas pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung, bisa saja dilakukan melalui berbagai bacaan atau buku yang berhubungan dengan dunia bimbingan dan konseling, atau bahkan bila perlu dilakukan dengan cara melalui penjelajahan situs-situs dalam internet, yang memang banyak menyediakan berbagai informasi terkini, termasuk yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling. Sedangkan secara langsung, dapat dilakukan dengan cara melibatkan diri dalam berbagai aktivitas forum keilmuan, seperti : seminar, penataran dan pelatihan, atau mengikuti kegiatan MGP , aktif dalam organisasi profesi ABKINdan melalui jenjang pendidikan formal.
Secara realita saat ini latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh Guru Pembimbing masih beragam, baik dilihat dari program studi/jurusan maupun jenjangnya. Bagi Guru Pembimbing yang berlatar belakang pendidikan program studi bimbingan, barangkali tidak ada salahnya untuk berusaha menempuh pendidikan lanjutan pada jenjang yang lebih tinggi. Sementara, bagi kawan-kawan Guru Pembimbing yang kebetulan bukan berlatar belakang pendidikan bimbingan, dalam rangka memantapkan diri sebagai Guru Pembimbing, tidak ada salahnya pula untuk mencoba terjun menekuni dunia akademis dalam bimbingan dan konseling; sehingga pada gilirannya, dalam melaksanakan berbagai tugas bimbingan dan konseling benar-benar telah ditopang oleh fondasi keilmuan yang mantap dan memadai.
Sedangkan untuk meningkatkan keterampilan berbagai teknik bimbingan, salah satu cara yang dipandang cukup efektif adalah dengan berusaha secara terus menerus dan seringkali mempraktekkan berbagai teknik yang ada. Misalkan, untuk menguasai teknik-teknik bimbingan dan teknik-teknik konseling, tentunya Guru Pembimbing harus mempraktekkan sendiri secara langsung yang diikuti dengan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan, kemudian membandingkannya dengan keharusan-keharusan berdasarkan teori yang ada, sehingga akan bisa diketahui kelemahan dan keunggulannya. Memasuki tahap praktek konseling berikutnya tentunya sudah disertai usaha perbaikan, dengan bercermin dari kekurangan- kekurangan pada praktek konseling sebelumnya.
Hal ini secara terus menerus dilakukan dari satu praktek konseling ke praktek konseling berikutnya, dan sebaiknya disertai pula dengan pencatatan terhadap apa yang telah dilakukan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi sekaligus sebagai bukti fisik dari usaha kajian ilmiah yang disebut penelitian tindakan bimbingan. Walaupun demikian perlu dicatat, bahwa keleluasaan dalam menjalankan tugas ini tidak diartikan segala sesuatunya menjadi serba boleh, hal-hal yang menyangkut prinsip dan etika profesi bimbingan tetap harus dijaga dan dipelihara, sejalan dengan tuntutan profesionalisme sehingga tidak justyru menambah permasalahan baru di kalangan profesi guru pembimbing.
2. PEMBAHASAN
Subjek sasaran bimbingan dan konseling adalah individu sebagai pribadi dengan karakteristiknya yang unik. Artinya tidak ada dua orang individu yang memiliki karekteristik yang sama. Atas dasar karakteristik pribadinya, guru pembimbing memberikan bantuan agar individu dapat berkembang optimal melalui proses pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan aktualisasi diri.. Untuk itu seyogyanya Guru Pembimbing memahami pribadi setiap individu yang dibimbing sehingga dapat melakukan tugasnya membantu siswa ke arah perkembangan yang optimal. Untuk hal ini, maka menurut Moh Surya( 1998: 4.1), Guru Pembimbing dituntut paling tidak memiliki dua kemampuan dan keterampilan yaitu : (1) Kemampuan dan keterampilan memahami individu yang dibimbing dan (2) Kemampuan dan keterampilan berupa teknik membantu individu. Dengan demikian teknik-teknik bimbingan dan konseling, mencakup teknik memahami individu dan teknik-teknik membantu individu.
2.1. Pemahaman Individu.
Pemahaman individu adalah merupakan awal dari kegiatan bimbingan dan konseling. Tanpa adanya pemahaman terhadap individu, sangat sulit bagi Guru Pembimbing untuk memberikan bantuan karena pada dasarnya bimbingan adalah bantuan dalam rangka pengembangan pribadi. Adapun hal-hal yang perlu dipahami dari seorang individu dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling, adalah sebagai berikut :
1) Identitas diri, yaitu berbagai aspek yang secara langsung menjadi keunikan pribadi..
2) Kondisi jasmaniah dan kesehatan.
3) Kapasitas ( umum/Intligensi dan khusus/Bakau) dan kecakapan
4) Sikap dan minat
5) Watak dan tempramen.
6) Cita-cita sekolah dan pekerjaan.Aktivitas social
7) Hobi dan pengisian waktu Luang.
8) Kelebihan atau keluarbiasaan dan kelainan-kelainan yang dimiliki.
9) Latar belakang keluarga siswa.
2.1.1. Sumber Data Untuk Pemahaman Individu
Pemahaman individu siswa dapat dilakukan melalui beberapa sumber yaitu :
1) Sumber pertama yaitu siswa itu sendiri yang dapat dilakukan melalui wawancara, observasi ataupun teknik pengukuran.
2) Sumber kedua, yaitu orang tua siswa dan keluarga terdekat siswa, guru-guru yang pernah mengajar dan bergaul lama dengan siswa, temannya, dokter pribadi dsb.
2.1.2. Teknik-Teknik Pemahaman individu.
Adapun teknik-teknik pemahaman individu dapat dikelompokkan menjadi teknik tes dan non tes. Teknik tes bisa membuat sendiri dan bisa pula mohon bantuan dari ahli lain yang kompeten untuk itu.
Teknik tes dalam pelayanan bimbingan dan konseling dapat dikelompokkan menjadi :
1) tes intligensi,
2) tes bakat,
3) tes bakat,
4) tes/Inventory minat,
5)tes bakat dan
6) tes prestasi belajar
sedangkan teknik non tes terdiri dari :
1) observasi
2) Catatan anekdot
3) Daftar Cek( Check List).
4) Skala Penilaian( rating Scale)
5) Wawancara.
6) Angket
7) Biografi atau auto biografi
8) Sosiometri
9) Studi dokumentasi
10) Studi kasus( case study)
2.2. Teknik-Teknik Memberi Bantuan
Teknik memberi bantuan dibedakan menjadi dua yaitu teknik-teknik bimbingan dan teknik-teknik konseling.
2.2.1. Teknik Bimbingan.
Bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu dalam rangka mencegah dan menghindari terjadi masalah dalam kehidupannya dapat menggunakan beberapa pendekatan, yaitu :
1) Pendekatan individual, yaitu memberikan bimbingan secara individu sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya.
2) Kelompok, yaitu melayani sejumlah peserta didik yang memiliki kebutuhan yang sama.
3) Klasikal, yaitu melayani peserta didik secara klas tanpa adanya pemisahan.
4) Dengan cara “alih tangan”, yaitu meminta bantuan pihak lain yang dipandang lebih competen. Alih tangan dapat berlangsung secara internal dan eksternal. Secara internal apabila alih tangan dilakukan pada lingkup area satu sekolah. Sedangkan eksternal apabila dialihkan pada pihak-pihak lain di luar sekolah, seperti psikoloog, dokter.
Dalam pelaksanaan bimbingan dapat menggunakan beberapa teknik, seperti : wawancara, dialog, diskusi kelompok, bimbingan kelompok, simulasi, bermain peran, demonstrasi, ceramah, karya wisata, mendatangkan nara sumber, studi pustaka dan sebagainya.
2.2.2. Teknik-Teknik Konseling.
2.2.2.1. Konseling Perorangan
1). Pengertian
Konseling Perorangan adalah merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang bermasalah guna mengentaskan masalahnya, demi tercapainya tujuan dan kebahagian hidupnya. Konseling perorangan dilakukan dengan wawancara interpersonal antara Guru Pembimbing dengan siswa yang dibantu.
2) Tahap-Tahapan Dalam Konseling Perorangan
4.1. Tahap Awal :
Pada tahap ini dilakukan pembinaan hubungan baik dengan siswa yang dibantu. Kontak awal antara pembimbing dengan siterbimbing akan sangat mempengaruhi wawancara konseling. Pada tahap awal ini yang perlu dilakukan adalah :
a. Penataan ruangan/fisik/mencari tempat yang kondusif
b. Sambutan dan perhatian terhadap kehadiran klien
c. Penjelasan maksud dan tujuan konseling
d. Penjelasan peranan dan tanggung jawab masing-masing
4.2. Tahap Kegiatan :
Pada tahap ini si pembimbing dengan beragam ketrampilan wawancara konselingnya berupaya untuk mendorong siswa ke arah pemahaman diri dan lingkungannya dalam kaitannya denga masalah yang sedang dihadapinya.
4.3. Tahap Akhir,
Tujuan tahap ini adalah agar siterbantu mampu menciptakan tindakan dan merencanakan, melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan kesepakatan dan pemahaman selama proses wawancara konseling berlangsung. Pada tahap ini perlu pula digali kesan siswa/klien selama proses wawancara berlangsung.
3) Teknik-Teknik Konseling Perorangan
Secara umum dalam wawancara konseling dikenal tiga teknik atau pendekatan khusus, yaitu : a) Direktif Konseling, b) Non Direktif Konseling, c) Eklektik Konseling.
a) Direktif Konseling
Teknik ini dicetuskan oleh Edmond G. Williamson. Dengan teknik ini, proses konseling kebanyakan berada ditangan konselor. Dengan kata lain konselor lebih banyak mengambil inisiatif sedangkan klien tingla menerima apa yang dikemukakan oleh konselor
Ciri-Ciri Direktif Konseling :
 Sebagian besar tanggung jawab dan pengambilan keputusan ada di tangan konselor.
 Konselor menyimpulkan berbagai data, informasi, fakta mengenai masalah klien.
 Konselor bersama klien mempelajari berbagai macam data dan informasi dalam rangka pengambilan keputusan.
 Klien menerima keputusan langsung dari konselor
 Klien melaksanakan keputusan dan menyempurbnakan keputusannya.
Williamson juga menyarankan langkah-langkah dalam konseling secara berturut-turut, yaitu : analisis, sintesis, diagnosis, prognosis, treatment, follow-up.
b) Non Direktif Konseling.
Teknik ini sering juga disebut “Client Centered counseling” yang memberikan gambaran bahwa yang menjadi pusat dalam konseling adalah klien. Dengan teknik ini aktivitas konseling sebagian besar ada ditangan klien. Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Rogers.
Ciri-Ciri Non Directive Counseling :
 Menekankan pada aktivitas dan tanggung jawab klien.
 Menuntut konselor untuk mengadakan hubungan secara efektif dengan klien.
 Masalah-masalah yang dipecahkan adalah masalah-masalah actual.
 Penekanan konseling pada sikap menerima dan memahami.
 Klien memecahkan masalahnya sendiri melalui perasaannya sendiri.
c. Eclectic Counseling
Teknik ini dipelopori oleh F.P Robinson. Teknik ini pada prinsipnya menggunakan penggabungan antara direktif dan non direktif konseling. Konselor menggunakan kedua pendekatan secara melengkapi sesuai dengan situasi dan kondisi klien serta sifat masalah klien.. Kondisi ini menuntut bahwa seorang konselor harus fleksibel dengan keahlian yang memadai dan pengalaman yang cukup Langkah-langkah konseling ini tidak dapat dirumuskan secara jelas karena dapat saja konselor menggunakan kedua pendekatan seperti di atas secara bergantian atau secara bersama-sama sekaligus sesuai dengan sifat masalah dan kondisi klien.
4) Ragam Keterampilan Konseling :
a. Memperhatikan (Atending), dapat diartikan sebagai ketrampilan konselor untuk menjadikan siswa terlibat dan terbuka dalam wawancara konseling. Ketrampilan ini mencakup : kontak mata, bahasa badan dan bahasa verbal. Ciri-ciri memperhatikan yang baik adalah : mengangguk bila setuju, wajah tenang, ceria, senyum, posisi tubuh condong ke depan kearah siswa yang dibantu, akrab penuh humor dan variasi, gerakan tangan sifatnya spontan dan tidak kaku, mendengarkan dengan aktif dan penuh perhatian, sabar menunggu ucapan siswa yang dibantu hingga selesai, menunggu bereaksi pada saat yang tepat, perhatian terarah pada siswa yang dibantu.
b. Merasakan (Empati), adalah kemampuan pembimbing untuk merasakan apa yang dirasakan siswa yang dibantu, merasa dan berpikir bersama klien dan bukan berpikir dan merasa tentang klien.
c. Memantulkan kembali (Refleksi), adalah memantilkan perasaan, pikiran dan pengalaman siswa sebagai hasil pengamatan pembimbing terhadap perilaku verbal dan non verbalnya.
d. Menggali (Eksplorasi), adalah tekhnik untuk menggali perasaan, pikiran dan pengalaman siswa yang dibantu. Hal ini dilakukan karena pada umumnya klien menyimpan rahasia bathin, menutup diri atau tidak mampu mengungkapkan perasaan, pikiran dan pengalaman kehidupannya secara terbuka.
e. Menangkap Pesan Utama, adalah sipembimbing agar mampu menangkap inti atau pokok permasalahan dari pernyataan-pernytaan siswa yang cukup panjang.
f. Bertanya, dalam hal ini pembimbing dalam proses wawancara konseling sebaiknya bertanya dengan kata-kata yang mampu membuka diri siswa seperti : apakah…? bagaimanakah…, adakah…,dapatkah…, dsbnya. Hindarkan penggunaan kata Tanya yang sifatnya menyelidiki, seperti : mengapa, untuk apa…
g. Dorongan Minimal, adalah suatu ketrampilan pengulangan langsung dengan singkat tentang apa yang dikatakan siswa dan selanjutnya untuk diberikan komentar singkat, seperti : oh…ya….,terus…,lalu…,dan…selanjutnya…
h. Mengulas (Interpretasi) adalah ketrampilan pembimbing untuk mengulas pemikiran, perasaan dan pengalaman klien dengan mrujuk pada teori dan pengalaman.
i. Mengarahkan (directing), adalah ketrampilan untuk memotivasi klien untuk berbuat atau melakukan sesuatu.
j. Menyimpulkan, adalah ketrampilan pembimbing pada saat yang tepat untuk bersama sama dengan klien menyimpulkan setahap demi setahap tentang pembicaraan yang telah di lakukan dan alternative jalan keluar yang akan dilakukan oleh siswa sehubungan dengan pembahasan yang sedang berlangsung.
5) Langkah-Langkah Konseling :
a. Analisa : Pengumpulan data, fakta dan informasi tentang diri klien
b. Sintesa : Merangkum dan menyusun data untuk memperoleh ganbaran diri siswa
c. Diagnosa : Perumusan kesimpulan sementara tentang hakekat atau sebab yang dihadapi
d. Prognosa : Ramalan tentang hasil yang dicapai dalam proses konseling
e. Treatment : Proses konseling
f. Tindak lanjut/Follow up:mengevaluasi hasil konseling yang telah dilakukan dan mengambil langkah selanjutnya
6) Percatatan Konseling
Proses layanan konseling hendaknya dicatat dengan baik dalam satu buku dan ditempatkan pada tempat yang cukup rahasia. Adapun hal-hal yang perlu dicatat seperti :
a. Nomor konseling
b. Nama klien/kelas
c. Masalah yang dikonsultasikan
d. Hasil proses konseling
e. Catatan-catatan penting untuk diingat/ditindaklanjuti
f. Petugas yang menangani.
2.2.2.2. Konseling Kelompok
1) Pengertian:
Layanan Konseling kelompok adalah layanan konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan membahas dan mengentaskan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. Masalah yang dibahas adalah masalah masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.
2) Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penyelenggaraan Konseling Kelompok
a. Membina keakraban dalam kelompok
b. Melibatkan diri secara penuh dalam suasana kelompok
c. Bersama-sama mencapai tujuan kelompok
d. Membina dan mematuhi aturan kegiatan kelompok
e. ikut serta dalam seluruh kegiatan kelompok
f. Berkomunikasi secara bebas dan terbuka
g. Membantu anggota lain dalam kelompok
h. memberikan kesempatan kepada anggota lain dalam kelompok
i. Menyadari pentingnya kegiatan kelompok
3) Tahap-Tahap Penyelenggaran Konseling Kelompok
a. Tahap Pembentukan :
a). Mengungkap pengenalan dan tujuan kegiatan
b). Menjelaskan cara pelaksanaan
c). Menjelaskan Azas-azas kegiatan
d). Saling memperkenalkan dan mengungkap diri
e). Teknik Khusus
f). Permainan pengakraban
b. Tahap Peralihan :
a). Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada tahap berikutnya
b). Membahas suasana yang terjadi
c). Meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota
c. Tahap Kegiatan :
a). Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan masalah
b). Menetapkan masalah atau topic yang akan dibahas
c). Anggota kelompok membahas masing-masing topic secara mendalam dan tuntas
d). Kegiatan selingan
d. Tahap Pengakhiran :
a). Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri
b). Pemimpin dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil kegiatan
c). Membahas kegiatan lanjutan
d). mengemukakan pesan dan harapan
3. KESIMPULAN
3.1. Manfaat bimbingan dan konseling sepertinya masih belum dirasakan oleh masyarakat, karena penyelenggaraannya dan pengelolaannya tidak jelas.
3.2. Kesan lama, Guru Pembimbing sebagai “polisi sekolah“ atau “Polisi Susila” hingga kini masih melekat kuat pada sebagaian masyarakat, khususnya di kalangan siswa dan guru bahkan dikalangan kepala sekolah.
3.3. Guru Pembimbing dituntut paling tidak memiliki dua kemampuan dan keterampilan yaitu : (1) Kemampuan dan keterampilan memahami individu yang dibimbing dan (2) Kemampuan dan keterampilan berupa teknik membantu individu.
3.4. Teknik-teknik pemahaman individu dapat dikelompokkan menjadi teknik tes dan non tes.
3.5. Teknik memberi bantuan dibedakan menjadi dua yaitu teknik-teknik bimbingan dan teknik-teknik konseling.
3.6. Teknik bimbingan secara umum dapat dilakukan dengan pendekatan individual, kelompok, klasikal dan “alih tangan” Dalam pelaksanaan bimbingan dapat menggunakan beberapa teknik, seperti : wawancara, dialog, diskusi kelompok, bimbingan kelompok, simulasi, bermain peran, demonstrasi, ceramah, karya wisata, mendatangkan nara sumber, studi pustaka dan sebagainya.
3.7. Secara umum dalam wawancara konseling dikenal tiga teknik atau pendekatan khusus, yaitu : a) Direktif Konseling, b) Non Direktif Konseling, c) Eklektik Konseling.
Kepustakaan
Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Layanan Konseling Perorangan, Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Jakarta, 1998
Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Layanan Bimbingan Kelompok dan Layanan Konseling Kelompok, Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Jakarta, 1998
Departemen Pendidikan Nasional.2004. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah.
Sukardi.D. Ketut. 1983. Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah, Surabaya. Usaha Nasional.
Surya,H.M. 1998. Buku Materi Pokok Bimbingan dan Konseling. Yakarta. Universitas Terbuka.